Sedikit Artikel Safety Riding
24112011“Safety Riding” kata itu adalah salah satu kalimat atau slogan yang paling sering di marakkan oleh kaum bikers yang ada di jakarta dan juga di daerah lainnya.. sebernernya apa sih yang di namakan “Safety Riding” ?? sampai saat ini gw sih juga belum tau jelas apaan sih yang di maksud safety riding…
sebenernya gw tau lah dikit depi sedikit masalah safety riding.. tapi ya itu gw masih ngerasa rancu sama yang namanya safety riding… apa kita musti pake helm terus pas naik motor, pake sarung tangan, pake ini, pake itu… tapi pas lagi ubek-ubek komputer, nemu juga nih slide show masalah safety riding khususnya kendaraan roda dua (motor) sedikit lah gw copas dari slide show tersebut : mulai dari alas kaki ya…
Alas Kaki :
Sepatu Kulit untuk Sepeda motor– Pelindung kaki yang paling baik
Sepatu boot bertali– pastikan talinya tidak tersangkut.
Sepatu boot elastis – sangat mudah terlepas
Sepatu – sangat tidak disarankan sekalipun jauh lebih baik daripada memakai
Sendal / slop Sendal – Slop tidak disarankan sama sekali.
Kemudian Celana :
Celana dan jaket kulit – Memberikan perlindungan yang terbaik
Celana biasa dengan tambahan pelindung kaki.
Celana jeans dari bahan
Kevlar Celana denim – mudah robek
Celana Nilon – Hanya buat Off-road saja
Celana Pendek – Sama sekali tidak di sarankan
Jaket :
Jaket atau baju kulit – Memberikan perlindungan yang paling memadai
Jaket biasa dengan tambahan pelindung tubuh
Jaket Denim – daya tahannya hanya sekejap – mudah robek
Kemeja lengan panjang – tidak disarankan
Kemeja lengan pendek – sama sekali tidak disarankan
Dari sini ada definisi atau arti pelindung tubuh yang di sampaikan : Pelindung tubuh biasanya terdiri dari celana dan jaket untuk meredam atau menyebarkan energi yang menerpa tubuh dengan jalan memperkecil kekuatannya saat terjadi benturan. Mungkin tidak menyelamatkan anda dalam tabrakan dahsyat tapi dapat mengurangi tingkat keparahan dari cedera.
dan Dari segi helm, ada juga jenis dan macamnya :
Full Face On Road : 

Full Face Off Road :

Flip Up Full Face :

Open Face :

Half Helmet :

Mengenai Jenis Helm Flip Up atau Modullar helmet, ada definisi khususnya..
Helm Flip Up Adalah : Helm yang dapat dilipat memungkinkan kita melakukan sesuatu seperti makan dan minum tanpa melepas helm. Yang penting diingat: terkancing rapat, jangan biarkan talinya terjuntai Umumnya helm mempunyai ventilasi saluran udara agar pengendara merasa lebih nyaman.

dan ini bahan dasar dalam pembuatan Helm :
Batok Luar : -Polycarbonate – resin Polimer + Carbon -Fibreglass -Kevlar -Carbon Fibre -Tri Composite (Spread the load of impact)
Inner Layer – Lapisan dalam : -Polystyrene (Absorb the impact)
Helmet Liner: -Comfort Liner (For fit, comfort, dryness) Dalam Membeli Helm Kita Juga Tidak Bisa Sembarangan…
Kita Juga harus meneliti :
- Fit and comfort (chin strap secured)
- Enak dan pas (ada tali untuk dagu)
- Materials (weight)
- Berat dan bahannya
- Style – modelnya
- Features - kelebihannya
- Colour
- warnanya
- AS1698 – sertifikatnya
- SNELL salah satunya yang harus di teliti juga adalah :
Bagaimana bentuk kepala anda?
- Bulat
- Gepeng
- Lonjong
- Bulat Telur
- Bulat Telur Peyang
Ingat 4 S :
- Size – ukurannya, cobalah beberapa helm pilih yang paling nyaman
- Strap – talinya, menutupi dagu dengan nyaman dan rapat
- Straight – tidak menutupi mata anda, coba anda mengaca
- Sticker – sertifikatnya, periksalah apakah sertifikatnya asli dan sesuai standar.
Dan Yang Satu Ini Kita Juga Jangan Sampai Lupa, Bagai Mana Kita Merawat Helm :
- Jangan letakan helm anda pada jok sepeda motor, di kaca spion atau di atas tangki.
Letakan pada permukaan yang datar.
- Helm sebaiknya dicuci dengan air hangat dan sabun cair pencuci piring jangan gunakan zat kimia.
- Helm jangan dicat karena dapat merusak lapisan luarnya.
- Masa pakai helm sekitar 3 – 5 tahun saja. – Jika helm sudah sering terjatuh atau pernah terbentur dalam kecelakaan sebaiknya segera diganti.
Dan Sekarang, Kita Membahas Bagaimana Perlindungan Kita Terhadap Cuaca : Dingin :
- Tangan dan kaki kehilangan rasa sehingga kemampuan anda mengendalikan kendaraan menurun.
- Jika kedinginan anda menggigil dan merasa tidak nyaman jadi anda lebih berisiko karena kewaspadaan berkurang dan reaksi menurun.
- Temperatur tubuh yang rendah dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan memicu emosi seperti cepat terpengaruh, sifat lekas marah dan agresif.
Cara Perlindungannya :
– Pasang semua kancing dan resliting untuk mencegah anda masuk angin.
- Sepatu dan sarung tangan yang rapat menjaga kaki dan tangan tetap hangat, tentunya ini saja tidak cukup jika tubuh kedinginan karena otak akan menahan aliran darah ke tempat2 lain agar temperaturnya terjaga.
- Sepertiga panas tubuh anda menguap lewat leher dan muka.
Basah :
– Pakaian yang basah akan menurunkan panas tubuh anda.
- Air lebih cepat menurunkan panas dibanding udara artinya kita akan cepat kedinginan jika dalam keadaan basah – Pakaian yang basah karena keringat juga akan menurunkan panas tubuh.
Cara Perlindungannya :
- Pakaian basah adalah masalah tersendiri bagi pengendara sepeda motor oleh karena efek tambahan dari faktor angin dingin.
- Faktor angin dingin ini berarti untuk tiap-tiap kecepatan angin 5 kmj, turun temperatur permukaan 5 derajat.
- Kulit, tekstil, tahan air berpori.
Panas : Banyak pengendara sepeda motor tidak mengenakan pakaian pelindung di musim kemarau karena terlalu panas, oleh karena itu bagian tubuh yang tidak tertutup akan menyerap panas langsung dari matahari menyebabkan dehidrasi selain itu kulit terbakar juga matahari. Pakaian pelindung harus berpori agar dapat mengalirkan udara ke kulit tubuh dan untuk menguapkan keringat.
Sekarang, Kita Membahas Masalah Pre Ride Check.. atau bahasa lazimnya, Pemeriksaan Sebelum Berkendara.
Sekarang Kita Harus Mempelajari Dulu Komponen Dasar Sepeda Motor..
Komponen Dasar Sepeda Motor adalah :
- Lampu Sein Belakang
- Lampu Kecil & Rem
- Knalpot – Mesin
- Standar
- Tuas Rem
- Rem
- Spatbor
- Pelindung angin
- Lampu Sein Depan
- Lampu Besar / Kecil
- Kaca Spion
Sekarang Dalam Memeriksa Kendaraan sebelum Memulai Berkendara :
selalu Ingat “T CLOCK” yaitu :
- T – tires and wheels Ban dan roda
- C – control and cable Kabel dan alat kontrol
- L – light and electrical Lampu dan kelistrikan
- O – oil and fuel Oli dan bahan bakar
- C – chain / drive shaft and chassis Rantai / kopel penggerak dan sasis
- K – Kick Stand Standar samping dan tengah
Pada T atau tires (ban dan roda) yang Harus di Cek Adalah :
– Air Pressure(Tekanan angin)
- Condition Of Tyres And Rims (Kondisi ban dan roda)
- Axle Nuts (Mur2 poros roda)
Pada C – Controls And Cables Yang Harus Di Cek Adalah :
- Check Location Of Controls (Posisi alat2 kontrol)
- Check Condition Of All Cables (Kodisi kabel2)
- Throttle, Clutch, Brakes, Gear Lever (Gas, Kopling, Rem dan Tuas gigi)
Pada L – Lampu dan Kelistrikan Yang Harus Di Cek Adalah :
- Kunci Kontak
- Saklar Stop
- Lampu Jauh Dekat
- Lampu Kecil / Rem
- Lampu Sein
- Battery
Pada O – Oli dan Bahan bakar Yang Harus DI Cek Adalah :
- Periksa bahan bakar
- Periksa ketinggian oli
- Periksa kebocoran oli dan BBM
- Periksa saringan udara
Pada C – Chain/Drive Shaft And Chassis Yang Harus Di Cek Adalah :
- Rantai
- Kopel penggerak
- Suspensi
- Baut2 dan Mur2
- Sasis
Untuk menjadi seorang pengendara yang aman anda harus dapat menggunakan semua alat kontrol dalam keadaan genting tanpa mengalihkan perhatian dari jalan.
- Mengetahui semua lokasi dan posisinya
- Terjangkau oleh tangan dan kaki
- Menggunakannya dengan benar sesuai kebutuhan dan tepat waktu.
Sekarang Pada Sektor Pengereman :
Melatih Reaksi:
Melakukan pengereman artinya melatih diri melakukan pengereman yang sesuai dengan keadaan sebagai jaminan jika anda gagal mengantisipasi atau melihat sesuatu yang tidak diinginkan, reaksi ini sudah tertanam di alam bawah sadar dan akan keluar dengan spontan begitu dibutuhkan.
Prinsip Pengereman :
- Pengereman hanya dilakukan pada saat sepeda motor berjalan lurus dan dalam keadaan tegak.
- Lakukan tindakan pengereman sesuai dengan kondisi permukaan jalan, pilih permukaan yang memungkinkan pengereman lebih efisien.
- Ketika di turunan yang curam atau melingkari daerah perbukitan, lakukan pengereman hanya di saat sepeda motor dalam keadaan tegak. Jika terpaksa mengerem di tikungan atau belokan, gunakan rem belakang saja dan / atau masukan gigi yang lebih rendah.
- Batasi penggunaan rem depan ketika kendaraan miring, berbelok pada daerah basah atau permukaan yang licin
Ada Empat metoda pengereman:
- Kompresi MESIN – (engine brake)
- Rear brake – Rem belakang
- Front brake – Rem depan
- Front and rear brakes together – dua2nya
1. Rear Brake :
Berat kendaraan akan berpindah ke roda belakang sekitar
10% – 20%
2. Front Brake :
Berat kendaraan akan berpindah ke roda depan sekitar
80% – 90%
Sekarang Tekhnik Pengereman :
1. Siap-siap
2. Tekan – dengan ke 4 jari
3. Ingat – Jangan langsung menarik tuas / handelnya
4. Kepala dan mata lurus ke depan atau ke arah area untuk menghindar.
5. Jangan ganti gigi dan menekan tuas kopling.
6. Kaki siap-siap di atas tuas rem
7. Pakai kedua rem secara bersamaan
Pada kecepatan rendah (pelan) disarankan hanya menggunakan rem belakang saja.
Pada kecepatan tinggi disarankan untuk menggunakan kedua rem depan dan belakang secara bersamaan agar lebih cepat berhenti.
Rem Depan Terkunci :
Cegah penyebabnya dengan:
1. Lepaskan rem biarkan roda kembali berputar.
2. Rem kembali dengan halus bertahap.
3. Jangan rem mendadak.
Rem Belakang Terkunci :
1. Sepeda motor cenderung miring ke samping sesuai dengan lekukan jalan.
2. Arahkan kemudi kemana roda belakang membuang
3. Jangan lepaskan rem sampai kecepatan berkurang jika tidak anda akan kehilangan keseimbangan – low side : high side
4. Begitu kendaraan pelan dan berjalan lurus, lepaskan rem.
Sangat penting untuk dipahami perbedaan antara waspada (covering) dan siap (set up) agar tidak membingungkan;
waspada (covering) adalah gerakan dini dalam pengamatan dan antisipasi, sedangkan siap (set up) adalah gerakan respon awal dalam pengamatan dan antisipasi
Sekarang Masuk Dalam Penguasaan Motor :
Dalam Kecepatan Rendah, Gerakan Kepala dan Mata:
- Kemana anda melihat ke sana kendaraan mengarah.
- Menoleh
- Tegakan kepala anda
- Cermati setiap kelokan atau tikungan
Belok dalam kecepatan rendah:
- Rem belakang dapat memudahkan pengendara ketika menikung.
- Gunakan kopling tapi hati2 pada saat kendaraan miring jangan sampai roda belakang kehilangan tenaga .
- Pertahankan kecepatan.
Penggunaan rem:
- Belakang dapat menyeimbangkan sepeda motor sehingga mudah untuk dikendalikan
- Depan saat kendaraan berbelok / miring dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan.
Sekarang Dalam Hal Berbelok :
Menikung bisa jadi hal yang paling menyenangkan dan bagian yang sangat berkesan dalam mengendarai sepeda motor, tapi…juga bisa menjadi hal yang sangat berbahaya.
Masalahnya yang dihadapi sewaktu menikung adalah bagaimana metoda anda mulai memasuki tikungan.
Petunjuk berikut ini perlu untuk dilaksanakan:
- Posisi yang tepat saat memasuki tikungan
- Kecepatan yang sesuai agar bisa melakukan pengereman atau deselerasi.
- Posisi gigi yang sesuai kecepatan
- Sepeda motor harus dalam keadaan masuk gigi (tidak netral) atau dalam posisi aselerasi (gas tidak nol)
Kecepatan saat mulai menikung:
- Biasanya ditentukan oleh luas bidang pandang pengendara pada posisi titik terdekat saat mulai memasuki tikungan
- Bisa pada sebelah kiri dan kanan jalan pada persimpangan
- Makin cepat kita mengarah, makin luas daerah menikung
- Makin sempit tikungannya makin lambat kecepatan
- Pakai pohon, tiang listrik atau pagar sebagai acuan
Gigi kecepatan yang sesuai:
- Begitu kecepatan kita sesuai, perhatian harus beralih pada pemilihan gigi yang tepat untuk melewati tikungan atau kelokan
- Gigi yang tepat juga sangat membantu ukuran besar gas yang diperlukan saat menikung
Mengukur kecepatan:
- Kemampuan mengukur perbedaan kecepatan sepeda motor sesuai dengan keadaan jalan dan kondisi lalulintas disaat pengereman tidak diperlukan.
- Kecepatan yang tepat saat berbelok dapat di capai dengan melakukan deselerasi akselerasi.
- Jika pengereman diperlukan, maka gunakanlah aturan pengereman yang telah kita pelajari.
Cornering :
- Usahakan memilih lajur yang memungkinkan kendaraan anda tetap berjalan lurus.
- Makin jarang sepeda motor berjalan miring, makin kecil kemungkinannya slip.
- Ketika mencoba untuk mengambil garis lurus, posisi aman kita di jalan juga harus tetap terjaga.
- Rem belakang dapat digunakan untuk menarik sepeda motor masuk ke dalam tikungan atau kelokan.
Sekarang Ke Seni Berkendara :
Berkendara dengan aman dapat dicapai dari tiga hal yang penting:
Pengetahuan :
Pengetahuan dapat dikembangkan dengan cara belajar dan keingintahuan kita.
Kemampuan :
Kemampuan dapat diasah dengan berlatih dan mengikuti pelatihan.
Sikap :
Sikap-perilaku hanya dapat diperbaiki oleh kita sendiri sebagai seorang pengendara.
Pengetahuan – 25%
Kemampuan – 24%
Sikap Perilaku – 50%
Keberuntungan …. 1%
Sikap-perilaku dapat diartikan sebagai:
- Bagaimana cara pandang anda terhadap sesuatu.
- Bagaimana perasaan anda terhadap sesuatu.
- Bagaimana anda menilai sesuatu
Beberapa contoh dari perilaku yg baik:
- Mampu berkonsentrasi penuh pada semua hal yang berhubungan dengan berkendaraan.
- Mampu menjaga kedisiplinan diri sendiri setiap saat.
- Selalu mempertimbangkan keselamatan orang lain.
- Mampu melihat situasi dimana kecepatan harus dikurangi.
- Sadar akan kemampuan mereka mengendarai dan batas kemampuan sepeda-motornya
Peringatan !!
Sepeda Motor hanya untuk Dua Orang
Pada C – Chain/Drive Shaft And Chassis Yang Harus Di Cek Adalah :
- Rantai
- Kopel penggerak
- Suspensi
- Baut2 dan Mur2
- Sasis
Untuk menjadi seorang pengendara yang aman anda harus dapat menggunakan semua alat kontrol dalam keadaan genting tanpa mengalihkan perhatian dari jalan.
- Mengetahui semua lokasi dan posisinya
- Terjangkau oleh tangan dan kaki
- Menggunakannya dengan benar sesuai kebutuhan dan tepat waktu.
Sekarang Pada Sektor Pengereman :
Melatih Reaksi:
Melakukan pengereman artinya melatih diri melakukan pengereman yang sesuai dengan keadaan sebagai jaminan jika anda gagal mengantisipasi atau melihat sesuatu yang tidak diinginkan, reaksi ini sudah tertanam di alam bawah sadar dan akan keluar dengan spontan begitu dibutuhkan.
Prinsip Pengereman :
- Pengereman hanya dilakukan pada saat sepeda motor berjalan lurus dan dalam keadaan tegak.
- Lakukan tindakan pengereman sesuai dengan kondisi permukaan jalan, pilih permukaan yang memungkinkan pengereman lebih efisien.
- Ketika di turunan yang curam atau melingkari daerah perbukitan, lakukan pengereman hanya di saat sepeda motor dalam keadaan tegak. Jika terpaksa mengerem di tikungan atau belokan, gunakan rem belakang saja dan / atau masukan gigi yang lebih rendah.
- Batasi penggunaan rem depan ketika kendaraan miring, berbelok pada daerah basah atau permukaan yang licin
Ada Empat metoda pengereman:
- Kompresi MESIN – (engine brake)
- Rear brake – Rem belakang
- Front brake – Rem depan
- Front and rear brakes together – dua2nya
1. Rear Brake :
Berat kendaraan akan berpindah ke roda belakang sekitar
10% – 20%
2. Front Brake :
Berat kendaraan akan berpindah ke roda depan sekitar
80% – 90%
Sekarang Tekhnik Pengereman :
1. Siap-siap
2. Tekan – dengan ke 4 jari
3. Ingat – Jangan langsung menarik tuas / handelnya
4. Kepala dan mata lurus ke depan atau ke arah area untuk menghindar.
5. Jangan ganti gigi dan menekan tuas kopling.
6. Kaki siap-siap di atas tuas rem
7. Pakai kedua rem secara bersamaan
Pada kecepatan rendah (pelan) disarankan hanya menggunakan rem belakang saja.
Pada kecepatan tinggi disarankan untuk menggunakan kedua rem depan dan belakang secara bersamaan agar lebih cepat berhenti.
Rem Depan Terkunci :
Cegah penyebabnya dengan:
1. Lepaskan rem biarkan roda kembali berputar.
2. Rem kembali dengan halus bertahap.
3. Jangan rem mendadak.
Rem Belakang Terkunci :
1. Sepeda motor cenderung miring ke samping sesuai dengan lekukan jalan.
2. Arahkan kemudi kemana roda belakang membuang
3. Jangan lepaskan rem sampai kecepatan berkurang jika tidak anda akan kehilangan keseimbangan – low side : high side
4. Begitu kendaraan pelan dan berjalan lurus, lepaskan rem.
Sangat penting untuk dipahami perbedaan antara waspada (covering) dan siap (set up) agar tidak membingungkan;
waspada (covering) adalah gerakan dini dalam pengamatan dan antisipasi, sedangkan siap (set up) adalah gerakan respon awal dalam pengamatan dan antisipasi
Sekarang Masuk Dalam Penguasaan Motor :
Dalam Kecepatan Rendah, Gerakan Kepala dan Mata:
- Kemana anda melihat ke sana kendaraan mengarah.
- Menoleh
- Tegakan kepala anda
- Cermati setiap kelokan atau tikungan
Belok dalam kecepatan rendah:
- Rem belakang dapat memudahkan pengendara ketika menikung.
- Gunakan kopling tapi hati2 pada saat kendaraan miring jangan sampai roda belakang kehilangan tenaga .
- Pertahankan kecepatan.
Penggunaan rem:
- Belakang dapat menyeimbangkan sepeda motor sehingga mudah untuk dikendalikan
- Depan saat kendaraan berbelok / miring dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan.
Sekarang Dalam Hal Berbelok :
Menikung bisa jadi hal yang paling menyenangkan dan bagian yang sangat berkesan dalam mengendarai sepeda motor, tapi…juga bisa menjadi hal yang sangat berbahaya.
Masalahnya yang dihadapi sewaktu menikung adalah bagaimana metoda anda mulai memasuki tikungan.
Petunjuk berikut ini perlu untuk dilaksanakan:
- Posisi yang tepat saat memasuki tikungan
- Kecepatan yang sesuai agar bisa melakukan pengereman atau deselerasi.
- Posisi gigi yang sesuai kecepatan
- Sepeda motor harus dalam keadaan masuk gigi (tidak netral) atau dalam posisi aselerasi (gas tidak nol)
Kecepatan saat mulai menikung:
- Biasanya ditentukan oleh luas bidang pandang pengendara pada posisi titik terdekat saat mulai memasuki tikungan
- Bisa pada sebelah kiri dan kanan jalan pada persimpangan
- Makin cepat kita mengarah, makin luas daerah menikung
- Makin sempit tikungannya makin lambat kecepatan
- Pakai pohon, tiang listrik atau pagar sebagai acuan
Gigi kecepatan yang sesuai:
- Begitu kecepatan kita sesuai, perhatian harus beralih pada pemilihan gigi yang tepat untuk melewati tikungan atau kelokan
- Gigi yang tepat juga sangat membantu ukuran besar gas yang diperlukan saat menikung
Mengukur kecepatan:
- Kemampuan mengukur perbedaan kecepatan sepeda motor sesuai dengan keadaan jalan dan kondisi lalulintas disaat pengereman tidak diperlukan.
- Kecepatan yang tepat saat berbelok dapat di capai dengan melakukan deselerasi akselerasi.
- Jika pengereman diperlukan, maka gunakanlah aturan pengereman yang telah kita pelajari.
Cornering :
- Usahakan memilih lajur yang memungkinkan kendaraan anda tetap berjalan lurus.
- Makin jarang sepeda motor berjalan miring, makin kecil kemungkinannya slip.
- Ketika mencoba untuk mengambil garis lurus, posisi aman kita di jalan juga harus tetap terjaga.
- Rem belakang dapat digunakan untuk menarik sepeda motor masuk ke dalam tikungan atau kelokan.
Sekarang Ke Seni Berkendara :
Berkendara dengan aman dapat dicapai dari tiga hal yang penting:
Pengetahuan :
Pengetahuan dapat dikembangkan dengan cara belajar dan keingintahuan kita.
Kemampuan :
Kemampuan dapat diasah dengan berlatih dan mengikuti pelatihan.
Sikap :
Sikap-perilaku hanya dapat diperbaiki oleh kita sendiri sebagai seorang pengendara.
Pengetahuan – 25%
Kemampuan – 24%
Sikap Perilaku – 50%
Keberuntungan …. 1%
Sikap-perilaku dapat diartikan sebagai:
- Bagaimana cara pandang anda terhadap sesuatu.
- Bagaimana perasaan anda terhadap sesuatu.
- Bagaimana anda menilai sesuatu
Beberapa contoh dari perilaku yg baik:
- Mampu berkonsentrasi penuh pada semua hal yang berhubungan dengan berkendaraan.
- Mampu menjaga kedisiplinan diri sendiri setiap saat.
- Selalu mempertimbangkan keselamatan orang lain.
- Mampu melihat situasi dimana kecepatan harus dikurangi.
- Sadar akan kemampuan mereka mengendarai dan batas kemampuan sepeda-motornya
Peringatan !!
Sepeda Motor hanya untuk Dua Orang




